RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN
KONSELING
HIKAYAT SUNGAI BUAYA
A.
|
Tema
|
Problem
Solving
|
B.
|
Bidang Bimbingan
|
Pribadi
|
C.
|
Strategi Layanan
|
Bimbingan Kelompok
|
D.
|
Fungsi Layanan
|
Pengembangan
|
E
|
Kompetensi Inti
|
Kematangan Intelektual
|
F
|
Kompetensi Dasar
|
Menyadari akan keragaman
alteratif keputusan dan konsekuensi yang dihadapi (Akomodasi)
|
G
|
Indikator
|
ü Peserta didik
dapat menganalisis permasalahan sesuai denga keadaan yang sedang terjadi.
ü Peserta didik
dapat menerima pendapat orang lain dengan terbuka
|
H
|
Tujuan
Layanan
|
ü
Peserta mampu menganalisis permasalah yang
sedang terjadi sesuai dengan situasi yang ada.
ü Peserta
didik mampu menerima pendapat dan saran dari orang lain denga perasaan yang
terbuka.
|
I
|
Sasaran Layanan
|
Peserta didik kelas XII
|
J
|
Uraian Kegiatan
1. Teknik
Penyajian
|
Simulasi debat,
diskusi terbuka
|
2.
Materi
|
Hikayat Sungai Buaya
|
K
|
Tempat Penyelenggaraan
|
Ruang Kelas
|
L
|
Waktu
|
2 x pertemuan (1 x 40 Menit)
|
M
|
Penyelenggara Layanan
|
Guru pembimbing
|
N
|
Alat dan Perlengkapan
|
Cerita Hikayat Sungai Buaya, Ballpoint, dan Kertas
|
O
|
Eksperientasi
|
a. Tahap awal
Guru pembimbing membuka pertemuan dengan
mengucapkan salam dan berdoa. Sebagai pembukaan layanan, guru pembimbing
menjelaskan tujuan dari kegiatan.
|
b. Tahap Inti
Guru pembimbing
membagi peserta didik menjadi kelompok kecil yang terdiri 4-5 orang. Setalah
itu, cerita hikayat sungai buaya dibagikan kepada semua kelompok. Peserta
diminta untuk menemukan permasalahan yang terdapat dalam cerita “Hikayat
Sungai Buaya”, lalu setiap peserta didik menganalisis siapa yang bersalah
dalam masalah yang terjadi pada cerita “Hikayat Sungai Buaya”. Setelah setiap peserta didik memiliki jawaban,
peserta didik mendebatkan jawaban dengan teman sekelompoknya sehingga muncul
satu jawaban yang disepakati oleh seluruh anggota kelompok. Setiap perwakilan
kelompok harus membacakan jawaban di depan kelas dan didebatkan kembali
dengan kelompok lain sehingga menghasilkan jawaban bersama mengenai urutan
orang yang paling bersalah dalam masalah yang ada di cerita “Hikayat Sungai
Buaya”.
|
c. Tahap Akhir
Peserta didik dibimbing guru pembimbing
menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan dan menutup pertemuan.
|
P.
|
Evaluasi
a.
Awal
|
Guru pembimbing mengamati bagaimana
antusiasme peserta didik dalam menerima materi. Hal ini ditunjukan dengan
kondisi kelas yang kondusif dan peserta didik dapat mengikuti kegiatan tanpa
melakukan aktivitas yang lain.
|
b.
Proses
|
Guru pembimbing memperhatikan keaktifan peserta didik pada saat
kegiatan dilaksanakan. Pada tahap ini, guru pembimbing mengamati
keterlibatan/keaktifan peserta didik dalam kegiatan yang berlangsung.
|
c.
Akhir
|
Guru
pembimbing memperhatikan beberapa hal yang akan dijadikan bahan pertimbangan untuk tindak lanjut yang
akan diberikan kepada peserta didik dengan mengajukan pertanyaan secara lisan
kepada peserta didik yang dapat mengungkap hal-hal dibawah ini:
1.
Apakah peserta didik mengetahui makna dari simulasi
yang telah dilakukan?
2.
Apakah peserta didik dapat menerima perbedaan
pendapat yang ada di dalam kelompok dan menerima pendapat orang lain secara
positif?
3.
Apakah peserta didik dapat membuat rencana kegiatan
setelah mengikuti kegiatan yang dilakukan?
|
Q
|
Sumber
|
Nugraha, Agung. (2012). Program ExperientialBased Group Counceling
utuk Meningkatkan Kepakaan Multibudaya Calon Konselor. TesisProgram Studi
Bimbingan dan Konseling Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan
Indonesia.
|
Materi RPL Hikayat Sungai Buaya:
Hikayat Sungai Buaya
Terdapat seorang wanita yang bernama Zaitun yang memiliki calon suami
bernama Buyung. Tetapi tempat tinggal keduanya terpisahkan oleh sungai lebar
yang penuh dengan buaya.
Biasanya Zaitun menerima surat secara rutin dari Buyung. Tetapi
setelah sekian lama, Zaitun tidak juga menerima surat dari Buyung. Zaitun
khawatir bahwa Buyung tertimpa musibah sehingga selama ini tidak sempat
mengiriminya surat. Maka Zaitun memutuskan untuk mengunjungi Buyung.
Di pinggir sungai, Zaitun kebingungan bagaimana cara menyeberangi
sungai yang penuh dengan buaya ini. Sebenarnya Zaitun memiliki kenalan bernama
Sanip yang memiliki perahu. Tetapi ketika Zaitun meminta Sanip untuk
meminjaminya perahu ,
“TIDAK, urus sendiri saja persoalanmu, jangan merepotkan orang lain!”
jawab Sanip.
Akhirnya Zaitun bertemu dengan tukang perahu. Zaitun meminta
kepada tukang perahu untuk mengantarnya menyeberangi sungai.
Tukang perahu memberi syarat
bahwa ia mau mengantarkan Zaitun ke seberang sungai asalkan ia mau berzina
dengannya. Mulanya Zaitun menolak dan tukang perahu itu tidak memaksanya.
Tetapi setelah sekian lama, kebimbangan hatinya akan keadaan Buyung kian
meningkat. Dan akhirnya ia mengabulkan permintaan tukang perahu itu. “Inikan
demi Buyung juga …” pikir Zaitun.
Setelah itu akhirnya Zaitun
disebrangkan ke pinggir sungai. Setelah itu Zaitun bergegas ke rumah Buyung.
Ternyata Buyung dalam keadaan sehat dan dia terkejut dengan kehadiran Zaitun.
“Mengapa engkau kemari ? Dan
bagaimana engkau menyeberangi sungai itu?”, tanya Buyung.
Zaitunpun menceritakan kisah yang
dialaminya.
Mendengar penuturan Zaitun, marahlah Buyung kepadanya
“Kau … kau … melakukan perbuatan hina itu …. ???? PERGI !! Aku tidak
mau melihatmu lagi !!!”
Zaitun pun pergi dengan menangis.
Ditengah jalan, ia bertemu dengan Rambo. Rambo bertanya mengapa Zaitun
menangis. Zaitun pun menceritakan kisahnya. Dan diapun mengeluarkan kekesalan
hatinya terhadap Buyung yang telah mengusirnya.
Karena iba, Rambo menawarkan diri untuk membalas kekesalan hati
Zaitun. Rambo pun mendatangi Buyung dan memukulinya.
Dikejauhan Zaitun bersorak
kegirangan melihat orang yang melukai hatinya telah dihabisi.
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN
KONSELING
PERCAYALAH PADA DIRIMU SENDIRI
A.
|
Topik
|
Percayalah Pada Dirimu Sendiri
|
B.
|
Bidang Bimbingan
|
Bimbingan Belajar
|
C.
|
Strategi Layanan
|
Bimbingan Klasikal
|
D.
|
Fungsi Layanan
|
Pemahaman
|
E
|
Standar Kompetensi
|
Kematangan Intelektual
|
F
|
Kompetensi Dasar
|
Menyadari
akan keragaman alternatif keputusan dan konsekuensi yang dihadapinya
(Akomodasi)
|
G
|
Indikator
|
Memiliki keberanian untuk
berbicara dan tampil di depan umum dalam situasi formal.
|
H
|
Tujuan Layanan
|
Peserta didik dapat percaya pada
potensi yang dimilikinya dan berani tampil apa adanya.
|
I
|
Sasaran Layanan
|
Peserta didik kelas XI
|
J
|
Uraian Kegiatan
1. Teknik
Penyajian
|
Analisi
Video, dan Tanya jawab
|
2.
Materi
|
Percayalah Pada Dirimu Sendiri (Vujinic)
|
K
|
Tempat Penyelenggaraan
|
Ruang Kelas
|
L
|
Waktu
|
1 x pertemuan
|
M
|
Penyelenggara Layanan
|
Guru pembimbing
|
N
|
Alat dan Perlengkapan
|
Laptop, LCD, dan Speaker Aktif
|
O
|
Eksperientasi
|
a. Tahap awal
Guru pembimbing membuka
pertemuan dengan mengucapkan salam dan berdoa. Sebagai pembukaan layanan,
guru pembimbing menjelaskan tujuan dari kegiatan.
|
b.
Tahap
Inti
Setelah situasi kondusif, guru pembimbing menayangkan video mengenai
masalah percaya diri. Peserta didik dengan seksama dikondisikan untuk
menyaksikan dan memahami pesan yang ada dalam video.
|
c. Tahap Akhir
Peserta didik dibimbing guru
pembimbing menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan dan menutup pertemuan.
|
P.
|
Evaluasi
a.
Awal
|
Guru pembimbing
mengamati bagaimana antusiasme peserta didik dalam menerima materi. Hal ini
ditunjukan dengan kondisi kelas yang kondusif dan peserta didik dapat
mengikuti kegiatan tanpa melakukan aktivitas yang lain.
|
b.
Proses
|
Guru pembimbing memperhatikan keaktifan peserta didik pada saat
kegiatan dilaksanakan. Pada tahap ini, guru pembimbing mengamati
keterlibatan/keaktifan peserta didik dalam kegiatan yang berlangsung.
|
c.
Akhir
|
Guru pembimbing memperhatikan beberapa hal yang akan
dijadikan bahan pertimbangan untuk
tindak lanjut yang akan diberikan kepada peserta didik dengan mengajukan
pertanyaan secara lisan kepada peserta didik yang dapat mengungkap hal-hal
dibawah ini:
1.
Apakah peserta didik memahami makna dari kegiatan
yang telah dilakukan?
2.
Apakah peserta didik dapat membuat rencana kegiatan
setelah mengikuti kegiatan yang dilakukan?
|
Q
|
Sumber
|
|
Materi RPL Percayalah Pada Dirimu Sendiri:
Percayalah Pada Dirimu Sendiri
Di dalam KBBI Potensi adalah kemampuan yg mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan;
kekuatan; kesanggupan; daya. Setiap individu/orang pasti memiliki potensi yang
unik dan berbeda satu sama lain, meskipun dia kembar identik.
Potensi merupakan anugerah
yang diberikan oleh Tuhan kepada makhluk-Nya untuk dapat dikembangkan secara
optimal. Pengembangan potensi yang dimiliki disesuaikan dengan minat dan bakat
yang dimiliki oleh individu tersebut. Sehingga, pengembangannya potensinya
sesuai dengan yang dihrapakan.
Pada proses pengembangan
potensi diri, individu harus memahami terlebih dahulu siapa dirinya, apa
kemampuannya, apa minatnya, dan ingin menjadi apa dikemudian hari kelak sebagai
pilihan karier yang akan dijalani selama hidupnya. Pertanyaan tersebut akan
menjadi dasar bagi setiap orang untuk dapat mengembangkan potensi yang akan
dikembangkan untuk mewujudkan cita-cita yang diharapkannya.
Orang yang mampu mengembangkan potensinya dengan baik
dan memanfaatkan lingkungan sebagai pendorong dan fasilitas untuk maju akan
memperoleh kesuksesan dalam hidupnya. Dia akan dapat mencapai tahap aktualisasi
diri yang baik pada masa keemasaannya (Golden
Age).